Diduga SPX Main prosedur ‘seenaknya’, Konsumen SPX ; “saya tidak pernah Me reschedule pengantaran, kok seenaknya begitu!

Saturday, 2 May 2026 - 09:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost, Marisa, Pohuwato – Ketidakjelasan status pengiriman kembali dikeluhkan konsumen jasa ekspedisi SPX di wilayah Marisa. Seorang penerima paket, AA(30)mempertanyakan perubahan status yang dinilai tidak sesuai dengan faktanya.

Kronologi bermula pada 21 April 2026, saat AA melakukan pemesanan melalui platform Shopee dengan menggunakan layanan pengiriman SPX Marisa. Setelah beberapa hari menunggu, pada 1 Mei 2026 pukul 06.16 WITA, status pengiriman menunjukkan bahwa kurir telah ditugaskan dan paket akan segera dikirim.

Tak lama berselang, pada pukul 07.49 WITA, status kembali diperbarui menjadi “dalam proses pengantaran”. AA pun menunggu dengan harapan paket akan tiba di hari yang sama. Namun hingga malam hari, tepatnya pukul 23.25 WITA, status berubah secara tiba-tiba menjadi “pengiriman ditunda: pembeli menjadwalkan ulang waktu pengiriman”.

Perubahan ini menimbulkan tanda tanya besar bagi Arsyah. Ia mengaku tidak pernah melakukan penjadwalan ulang, bahkan tidak pernah dihubungi oleh pihak kurir maupun SPX.
“Maksudnya kapan saya menjadwalkan ulang? Tidak ada konfirmasi sama sekali, tiba-tiba status berubah seperti itu, Saya tidak pernah me Reschedule pengantaran, kok seenaknya begini prosedur nya,” ujar AA Geram.

Selang beberapa menit, tepat pukul 00.08 WITA, status kembali berubah menjadi “pesanan diproses di lokasi transit Kabupaten Pohuwato, Marisa”. Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran AA, mengingat ia pernah mengalami kejadian serupa, di mana paket diretur tanpa sepengetahuannya.

Untuk memastikan kejelasan, AA akhirnya mendatangi langsung kantor SPX di Marisa. Di lokasi tersebut, seorang karyawan perempuan yang bertugas menjelaskan bahwa status paket masih berada di transit dan kemungkinan akan kembali berubah menjadi “dalam proses pengantaran”.
“Statusnya nanti akan berubah lagi menjadi dalam proses pengantaran,” jelas petugas tersebut.

Meski demikian, hingga saat ini AA masih menunggu kepastian. Ia khawatir paket yang ditunggu justru akan kembali mengalami retur tanpa pemberitahuan resmi.

Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan akurasi sistem pelacakan pengiriman, terutama terkait perubahan status yang berdampak langsung pada kepercayaan konsumen. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPX terkait dugaan ketidaksesuaian informasi tersebut.

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Berita Terbaru