Akulturasipost, Marisa, Pohuwato – Ketidakjelasan status pengiriman kembali dikeluhkan konsumen jasa ekspedisi SPX di wilayah Marisa. Seorang penerima paket, AA(30)mempertanyakan perubahan status yang dinilai tidak sesuai dengan faktanya.
Kronologi bermula pada 21 April 2026, saat AA melakukan pemesanan melalui platform Shopee dengan menggunakan layanan pengiriman SPX Marisa. Setelah beberapa hari menunggu, pada 1 Mei 2026 pukul 06.16 WITA, status pengiriman menunjukkan bahwa kurir telah ditugaskan dan paket akan segera dikirim.
Tak lama berselang, pada pukul 07.49 WITA, status kembali diperbarui menjadi “dalam proses pengantaran”. AA pun menunggu dengan harapan paket akan tiba di hari yang sama. Namun hingga malam hari, tepatnya pukul 23.25 WITA, status berubah secara tiba-tiba menjadi “pengiriman ditunda: pembeli menjadwalkan ulang waktu pengiriman”.
Perubahan ini menimbulkan tanda tanya besar bagi Arsyah. Ia mengaku tidak pernah melakukan penjadwalan ulang, bahkan tidak pernah dihubungi oleh pihak kurir maupun SPX.
“Maksudnya kapan saya menjadwalkan ulang? Tidak ada konfirmasi sama sekali, tiba-tiba status berubah seperti itu, Saya tidak pernah me Reschedule pengantaran, kok seenaknya begini prosedur nya,” ujar AA Geram.
Selang beberapa menit, tepat pukul 00.08 WITA, status kembali berubah menjadi “pesanan diproses di lokasi transit Kabupaten Pohuwato, Marisa”. Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran AA, mengingat ia pernah mengalami kejadian serupa, di mana paket diretur tanpa sepengetahuannya.
Untuk memastikan kejelasan, AA akhirnya mendatangi langsung kantor SPX di Marisa. Di lokasi tersebut, seorang karyawan perempuan yang bertugas menjelaskan bahwa status paket masih berada di transit dan kemungkinan akan kembali berubah menjadi “dalam proses pengantaran”.
“Statusnya nanti akan berubah lagi menjadi dalam proses pengantaran,” jelas petugas tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini AA masih menunggu kepastian. Ia khawatir paket yang ditunggu justru akan kembali mengalami retur tanpa pemberitahuan resmi.
Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan akurasi sistem pelacakan pengiriman, terutama terkait perubahan status yang berdampak langsung pada kepercayaan konsumen. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPX terkait dugaan ketidaksesuaian informasi tersebut.
(Tim Redaksi)






