Gawat! Rupiah Kian Tertekan, Kurs Dolar AS di Sejumlah Bank Tembus Rp18.010

Tuesday, 2 June 2026 - 05:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Rupiah dan Dolar dalam Dinamika Ekonomi Global , 02/06/2026.Ilustration

Ilustrasi Rupiah dan Dolar dalam Dinamika Ekonomi Global , 02/06/2026.Ilustration

Akulturasipost, Jakarta—Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot, Selasa (2/6/2026). Pelemahan mata uang Garuda tersebut membuat sejumlah bank nasional mematok kurs jual dolar AS mendekati bahkan menembus level Rp18.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg yang diLansir dari Kompas.com pada pukul 10.05 WIB, rupiah tercatat berada di posisi Rp17.886 per dolar AS. Angka itu melemah 81 poin atau sekitar 0,45 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Tekanan terhadap rupiah diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Pengamat mata uang dan komoditas sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai pergerakan rupiah masih berpotensi melemah sepanjang pekan ini seiring menguatnya dolar AS di pasar global.

Menurut Ibrahim, rupiah bahkan berpeluang bergerak menuju level Rp18.150 per dolar AS apabila sentimen eksternal terus mendominasi pasar keuangan.

“Pada pembukaan perdagangan berikutnya, rupiah kemungkinan besar masih akan mengalami tekanan pelemahan,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Sebelumnya, rupiah sempat menunjukkan penguatan pada perdagangan awal pekan setelah muncul sentimen positif dari implementasi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA). Saat itu, rupiah ditutup menguat 76 poin atau 0,43 persen ke level Rp17.805 per dolar AS.

Namun demikian, Ibrahim menilai pengaruh kebijakan tersebut hanya bersifat sementara. Fokus pelaku pasar global saat ini masih tertuju pada perkembangan geopolitik internasional, terutama hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Ia menyebut pasar tengah mencermati pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait nota kesepahaman gencatan senjata antara kedua negara tersebut. Faktor geopolitik dinilai menjadi salah satu pemicu utama penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah.

Selain isu geopolitik, penguatan indeks dolar AS juga menjadi tekanan tambahan bagi mata uang emerging market. Ibrahim mengungkapkan dolar AS sempat terkoreksi intraday, namun kembali menguat pada perdagangan Senin.

Sementara itu, kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan rupiah berada di level Rp17.883 per dolar AS pada Jumat (29/5/2026), melemah dibandingkan posisi Selasa (26/5/2026) yang berada di level Rp17.789 per dolar AS.

Di tengah pelemahan tersebut, sejumlah bank besar nasional mulai menyesuaikan kurs jual dolar AS kepada nasabah. Bank Tabungan Negara (BTN) tercatat mematok kurs jual tertinggi di angka Rp18.010 per dolar AS, disusul BRI sebesar Rp17.990.

Berikut daftar kurs jual dan beli dolar AS di sejumlah bank nasional:

– BRI: Jual Rp17.990 | Beli Rp17.788

– BTN: Jual Rp18.010 | Beli Rp17.760

– Bank Mandiri: Jual Rp17.940 | Beli Rp17.640

– BNI: Jual Rp17.895 | Beli Rp17.875

– CIMB Niaga: Jual Rp17.889 | Beli Rp17.874

– BCA: Jual Rp17.940 | Beli Rp17.690

– Bank Permata: Jual Rp17.940 | Beli Rp17.755

Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan eksternal masih menjadi faktor dominan dalam menentukan arah pergerakan rupiah. Pelaku pasar kini menanti perkembangan kebijakan global dan stabilitas geopolitik yang dapat memengaruhi pasar keuangan internasional.

Berita Terkait

Satreskrim Polres Pohuwato Kembali Tindak Aktivitas PETI di Desa Teratai
Pemkab Pohuwato Kawal Realisasi Kampung Nelayan Merah Putih
Kepala BGN, Dadan Hidayana dicopot, Ada apa?
Indonesia Kehilangan Tokoh Militer Senior, Mantan Menhan RI Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia
podcast teras akulturasi Kupas tuntas isu hangat, fakta menarik, dan obrolan eksklusif bersama LSM LABRAK
Konflik tragedi luka penggusuran kem,AHS :”Perusahaan harus duduk bersama masyarakat “, Humas PETS :”saya menyayangkan insiden tersebut, “
Temu Jurnalis 2026 di matangkan, Kapolda Widodo siap dukung Workshop Literasi pelajar dan Mahasiswa.
“Dijajah di Negeri Sendiri: Ketika Usulan PSN dan Ambisi Tambang Mengancam Ruang Hidup Rakyat Pohuwato”
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 4 June 2026 - 11:04

Satreskrim Polres Pohuwato Kembali Tindak Aktivitas PETI di Desa Teratai

Wednesday, 3 June 2026 - 07:27

Pemkab Pohuwato Kawal Realisasi Kampung Nelayan Merah Putih

Tuesday, 2 June 2026 - 16:59

Kepala BGN, Dadan Hidayana dicopot, Ada apa?

Tuesday, 2 June 2026 - 05:42

Gawat! Rupiah Kian Tertekan, Kurs Dolar AS di Sejumlah Bank Tembus Rp18.010

Monday, 1 June 2026 - 06:30

Indonesia Kehilangan Tokoh Militer Senior, Mantan Menhan RI Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Kepala BGN Dadan Hidayana di ganti oleh Nanik  S.Deyang.

Ekonomi

Kepala BGN, Dadan Hidayana dicopot, Ada apa?

Tuesday, 2 Jun 2026 - 16:59