Akulturasipost, Ambon bukan sekadar ibu kota Provinsi Maluku. Kota di Timur Indonesia ini telah menjelma menjadi simbol kekuatan budaya dan musik Nusantara di mata dunia. Julukan “Ambon Kota Musik” bukan hanya slogan, tetapi identitas yang lahir dari sejarah panjang, tradisi, hingga bakat musikal masyarakatnya yang diakui dunia internasional.
Pada 31 Oktober 2019, UNESCO resmi menetapkan Ambon sebagai Kota Kreatif Dunia kategori musik atau UNESCO City of Music. Pengakuan tersebut menjadikan Ambon sebagai satu-satunya kota di Indonesia yang masuk jaringan kota musik dunia saat itu.
Penetapan itu bukan tanpa alasan. Musik telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Ambon sejak lama. Dari gereja, sekolah, lingkungan keluarga, hingga ruang publik, musik tumbuh sebagai budaya hidup masyarakat sehari-hari. Banyak penyanyi dan musisi nasional lahir dari tanah Maluku, mulai dari Glenn Fredly, Utha Likumahuwa, hingga Broery Marantika yang dikenal memiliki karakter vokal kuat dan khas.
Tak sedikit publik Indonesia menyebut Ambon sebagai “gudang penyanyi berbakat.” Fenomena itu bahkan menjadi pembahasan di berbagai komunitas musik dan media sosial karena dominasi penyanyi asal Ambon dalam industri musik nasional.
Pemerintah Kota Ambon bersama Ambon Music Office terus memperkuat ekosistem musik melalui pendidikan, festival, kolaborasi internasional, hingga pengembangan industri kreatif berbasis musik. Ambon juga aktif mengikuti festival musik dunia dan forum jaringan kota kreatif UNESCO sebagai bentuk diplomasi budaya Indonesia di panggung global.
Bahkan dalam evaluasi UNESCO periode 2020–2024, Ambon berhasil meraih predikat tertinggi “Excellent” dalam kategori kota musik kreatif dunia. Penilaian itu diberikan karena Ambon dinilai mampu menjadikan musik sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi kreatif masyarakat.
Musik di Ambon bukan hanya hiburan. Ia adalah identitas, bahasa persaudaraan, dan warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Denting ukulele, suara tifa, harmoni paduan suara gereja, hingga lagu-lagu daerah Maluku menjadi warna yang memperkuat karakter Ambon sebagai kota penuh nada dan cerita.
Di tengah arus modernisasi, Ambon membuktikan bahwa budaya lokal bisa menjadi kekuatan global. Dari Timur Indonesia, musik terus mengalun membawa nama Ambon ke panggung dunia.(Tim Redaksi)






