Akulturasipost,BONE BOLANGO – Angka kemiskinan di Kabupaten Bone Bolango menunjukkan perbaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin pada 2026 berada di angka 12,87 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 13,16 persen.
Data yang dipublikasikan melalui tabel Indikator Kemiskinan pada situs resmi BPS Kabupaten Bone Bolango dan diperbarui pada 28 Oktober 2026 itu menunjukkan penurunan sebesar 0,29 poin persentase dalam kurun waktu satu tahun.
Meski menjadi sinyal positif bagi perkembangan kesejahteraan masyarakat, angka tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan kemiskinan di Bone Bolango masih membutuhkan perhatian serius.
BPS mencatat jumlah penduduk miskin pada 2026 mencapai 20,72 ribu jiwa. Artinya, di tengah penurunan persentase kemiskinan, masih terdapat puluhan ribu warga yang belum sepenuhnya terlepas dari keterbatasan ekonomi.
Gambaran kondisi tersebut juga tercermin melalui indikator kedalaman kemiskinan (P1) sebesar 1,70 dan indeks keparahan kemiskinan (P2) sebesar 0,36.
Kedua indikator ini memiliki arti penting dalam membaca persoalan kemiskinan secara lebih menyeluruh. Indeks P1 menggambarkan rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan, sedangkan P2 mengukur tingkat ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
Sementara itu, garis kemiskinan Bone Bolango pada 2026 tercatat sebesar Rp595.067 per kapita per bulan. Angka tersebut menjadi batas minimum pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan dalam pengukuran kemiskinan oleh BPS.
Penurunan persentase kemiskinan tentu patut dicatat sebagai perkembangan positif. Namun, capaian statistik tersebut tidak semestinya menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan daerah.
Tantangan sesungguhnya adalah memastikan bahwa perbaikan angka kemiskinan benar-benar berbanding lurus dengan peningkatan daya beli, terbukanya lapangan pekerjaan, pertumbuhan usaha masyarakat, serta pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan program pengentasan kemiskinan tidak berhenti pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga menyentuh akar persoalan ekonomi masyarakat.
Pemberdayaan usaha mikro dan kecil, penguatan sektor pertanian, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta penciptaan kesempatan kerja produktif menjadi sejumlah langkah strategis yang perlu diperkuat.
Sebab, keberhasilan pembangunan bukan sekadar tentang seberapa besar angka kemiskinan berhasil ditekan dalam laporan statistik, melainkan sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan masih tercatatnya 20,72 ribu penduduk dalam kategori miskin, pekerjaan rumah pemerintah daerah belum selesai. Penurunan menjadi 12,87 persen harus menjadi pijakan untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan, bukan alasan untuk mengendurkan upaya pengentasan kemiskinan.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone Bolango, Indikator Kemiskinan Tahun 2026, diperbarui 28 Oktober 2026.(Tim Redaksi)






