Akulturasipost,BONE BOLANGO – Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Bone Bolango menjadi 12,87 persen pada 2026 mendapat apresiasi dari Bupati Ismet Mile. Capaian tersebut dinilai sebagai perkembangan positif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat program pembangunan yang berdampak langsung bagi rakyat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone Bolango tahun 2026, persentase penduduk miskin mengalami penurunan dari 13,16 persen pada 2025 menjadi 12,87 persen pada 2026. Artinya, terjadi penurunan sebesar 0,29 poin persentase dalam kurun waktu satu tahun.
Menanggapi perkembangan tersebut, Bupati Ismet Mile menyampaikan bahwa capaian ini patut diapresiasi, namun tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri. Sebaliknya, penurunan angka kemiskinan harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih optimal dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan merata.
Menurut Ismet, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh angka statistik, melainkan harus tercermin melalui perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Mulai dari terpenuhinya kebutuhan dasar, meningkatnya pendapatan keluarga, hingga terbukanya peluang kerja dan usaha.
“Penurunan angka kemiskinan ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk bekerja lebih keras. Pemerintah daerah akan terus mendorong program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sehingga kesejahteraan dapat dirasakan secara lebih merata,” ungkap Bupati Ismet Mile.
Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar kebijakan penanggulangan kemiskinan dapat berjalan secara terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan.
Sejumlah sektor strategis dinilai perlu terus diperkuat, di antaranya pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan produktivitas pertanian dan perikanan, serta perluasan akses pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Selain itu, efektivitas program perlindungan sosial juga menjadi perhatian penting. Pemerintah daerah perlu memastikan bantuan dan program pemberdayaan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi.
Di balik tren penurunan tersebut, data BPS juga mencatat jumlah penduduk miskin di Bone Bolango pada 2026 masih mencapai 20,72 ribu jiwa. Sementara garis kemiskinan berada pada angka Rp595.067 per kapita per bulan.
Data ini memperlihatkan bahwa pekerjaan rumah pengentasan kemiskinan masih cukup besar. Penurunan persentase perlu terus diikuti dengan kebijakan yang mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, bukan hanya mengandalkan bantuan yang bersifat sementara.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango diharapkan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah desa, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan peluang ekonomi yang lebih produktif.
Bagi pemerintahan Ismet Mile, capaian penurunan angka kemiskinan ini menjadi salah satu pijakan untuk menjaga konsistensi pembangunan sekaligus mempercepat pemerataan kesejahteraan.
Pada akhirnya, keberhasilan pengentasan kemiskinan bukan hanya tercermin dari menurunnya persentase dalam laporan statistik, tetapi juga dari semakin banyaknya keluarga yang mampu hidup mandiri, memperoleh penghasilan layak, dan menikmati hasil pembangunan secara berkeadilan.(Tim Redaksi)






