akulturasipost.com- Pohuwato, 04 November 2025 — Dalam aksi unjuk rasa yang digelar di Kantor Bupati Pohuwato, Sonni Samoe, Pendiri Lembaga Aksi Bela Rakyat (LABRAK) yang juga tergabung dalam Oraganisasi Gabungan Ormas Pohuwato Lipu Lami (GASSPOLL) menyampaikan orasi tegas yang menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam membantu para penambang rakyat.
Sonni menegaskan bahwa aksi yang dilakukan bukan untuk menentang kepentingan para penambang, melainkan sebagai bentuk dorongan agar pemerintah lebih aktif memfasilitasi proses pengurusan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
“Aksi ini bukan untuk memusuhi kepentingan rakyat penambang, tapi fokus kami adalah mendorong pemerintah daerah untuk turun tangan membantu para penambang dalam mengurus IPR dan WPR,” ujar Sonni dalam orasinya.
Ia menambahkan, pemerintah memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan setiap aktivitas pertambangan rakyat berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai aturan yang berlaku.
“Pemerintah daerah harus hadir membantu masyarakat agar setiap kegiatan pertambangan memiliki izin yang sah. Dengan begitu, kegiatan tambang bisa berjalan aman, tidak ada lagi korban jiwa akibat aktivitas tambang ilegal,” tegasnya.
Selain mendorong peran aktif pemerintah, Sonni juga mengingatkan para penambang agar selalu memperhatikan aspek keselamatan kerja dalam setiap kegiatan di lapangan.
“Kami juga berharap para penambang memperhatikan keselamatan. Ingat, nyawa lebih berharga dari butir emas,” pungkasnya.
Aksi yang digelar LABRAK ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan nasib para penambang rakyat di Pohuwato, sekaligus mencari solusi terbaik agar kegiatan pertambangan dapat memberikan manfaat tanpa mengorbankan keselamatan dan kelestarian lingkungan.
TIM REDAKSI






