Pohuwato — Senin, 10 November 2025, di hari ketika seluruh negeri mengenang darah dan perjuangan para pahlawan, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Pohuwato mencatatkan sejarah baru. Mereka menggelar Sosialisasi Bahaya Narkoba bertema “Katakan TIDAK Pada Narkoba” di SMA Negeri 1 Marisa, bersama ratusan siswa dan siswi SMA sederajat sebagai tameng moral generasi penerus.
Jika dulu musuh bangsa datang membawa senjata dan kapal perang, maka hari ini ancaman hadir lebih diam: narkotika, yang perlahan merampas akal, masa depan, dan karakter bangsa. Namun di hari bersejarah ini, pemuda Pohuwato memilih bangkit, bukan diam.
Inisiatif kegiatan ini digelorakan oleh Pani Gold Mine (PGM) sebagai wujud nyata kepedulian terhadap ketahanan generasi muda. Di tengah padatnya industri, perusahaan menegaskan: pembangunan sumber daya manusia adalah kunci masa depan Pohuwato.
Ketua PPI Pohuwato, Abdurrahman Bangga, menyampaikan pesan yang membakar semangat ruangan.
> “Hari Pahlawan mengajarkan kita untuk tidak menyerah. Hari ini, tugas kita bukan mengusir penjajah, tetapi mengusir narkoba dari pintu rumah, sekolah, dan pikiran kita,” tegasnya.
“Kami sebagai pemuda wajib menjadi garda terdepan. Ini adalah tanggung jawab moral.”
Dua institusi penting hadir memperkuat barisan: ✅ BNNK Pohuwato — menegaskan konsekuensi hukum serta pola infiltrasi narkotika pada remaja.
✅ DP3AP2KB Pohuwato — mengingatkan bahwa benteng pertahanan paling pertama adalah keluarga.
Keduanya menegaskan: perjuangan ini bukan pertempuran individual. Ini perang kolektif.
PPI tak lupa menyampaikan apresiasi pada Pani Gold Mine:
> “Komitmen PGM menunjukkan bahwa dunia usaha tidak hanya mengejar produksi, tetapi juga membangun ketahanan bangsa. Sinergi pemuda dan perusahaan adalah kekuatan,” ujar Abdurrahman.
Di momen sakral peringatan kepahlawanan, peserta sosialisasi diajak mengikrarkan tekad menjadi Agen Informasi Anti-Narkoba di lingkungannya masing-masing. Sorak semangat menggema, menggantikan bunyi meriam perjuangan masa lalu.
Karena hari ini, pahlawan tidak selalu berseragam loreng. Hari ini, pahlawan adalah mereka yang berani menolak ajakan coba-coba. Mereka yang menghalangi teman dari kehancuran. Mereka yang jadi contoh, bukan hanya slogan.
> “Generasi muda Pohuwato adalah generasi Cerdas, Sehat, dan 100% Bersih dari Narkoba,” tutup Abdurrahman dengan suara penuh determinasi.
Ketika bangsa kembali mengenang jasa pendahulu, pemuda Pohuwato menunjukkan: Perjuangan belum selesai.
Musuh telah berubah, namun jiwa kepahlawanan tetap menyala.
Di ruang kelas kecil SMA,senjata itu bernama kesadaran,dan medan tempurnya adalah masa depan bangsa.
Tim Redaksi






