Kasus Kekerasan Meningkat, Pohuwato Perkuat Garda Desa Lewat Pelatihan Relawan SAPA

Tuesday, 10 February 2026 - 14:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost, Pohuwato—Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus memperkuat upaya perlindungan perempuan dan anak di tingkat akar rumput. Salah satunya melalui Pelatihan Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) yang digelar di Aula Coffee Oma, Marisa, Selasa (10/02/2026). Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Pohuwato yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Mahyudin Ahmad.

Pelatihan tersebut diikuti 20 relawan SAPA yang merupakan perwakilan dari 10 desa dan kelurahan di Kabupaten Pohuwato. Hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pohuwato, Nizma Sanad, narasumber Oktavianita Telinga, S.Si, serta para kepala desa dari wilayah asal relawan.

Kegiatan ini dirancang untuk membekali relawan dengan pemahaman mendasar mengenai hak-hak perempuan dan anak, sekaligus meningkatkan kapasitas mereka dalam melakukan upaya promotif dan preventif terhadap kekerasan. Selain itu, pelatihan juga menekankan pentingnya kemitraan strategis antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

Dalam sambutannya, Mahyudin Ahmad menegaskan bahwa perempuan dan anak memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, namun masih berada pada posisi rentan terhadap kekerasan dan diskriminasi. Menurutnya, perlindungan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa.

“Kehadiran relawan SAPA menjadi bagian penting dari upaya memperkuat perlindungan di tingkat paling dekat dengan masyarakat. Mereka diharapkan menjadi sahabat, pendamping, sekaligus penghubung antara warga dan layanan perlindungan yang tersedia,” ujar Mahyudin.

Sementara itu, Kepala Dinas DP3AP2KB Pohuwato, Nizma Sanad, mengungkapkan bahwa tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pohuwato menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data DP3AP2KB, tercatat 61 kasus pada 2023, naik menjadi 66 kasus pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 76 kasus pada 2025.

Melalui pelatihan ini, para relawan SAPA diharapkan mampu melakukan pemetaan kerentanan perempuan dan anak di wilayah masing-masing, memberikan pendampingan awal yang responsif gender, serta membangun sinergi yang kuat antara pemerintah desa, masyarakat, dan relawan. Langkah ini dipandang krusial dalam mewujudkan desa yang aman, inklusif, dan benar-benar ramah bagi perempuan dan anak.

Tim Redaksi

Berita Terkait

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026
Dua Saksi Dipanggil Polisi, Penyelidikan Dugaan Pengancaman Terhadap Wartawan Berlanjut

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Friday, 24 July 2026 - 11:26

Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan

Berita Terbaru