ALAM HANCUR DI TIGA DESA: BANJIR BERULANG, SUNGAI TERCEMAR, PETI TERUS BERJALAN — KEMANA MENGUAP JANJI KAPOLDA???

Monday, 23 February 2026 - 06:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost.com, Pohuwato – Tidak ada lagi suara alam yang tenang di Desa Bulangita, Desa Teratai, dan Desa Palopo. Yang tersisa kini adalah tanah yang terkoyak, air sungai yang menghitam, serta jalan-jalan yang rusak parah hingga terputus — seolah menjadi Saksi bisu dari kerusakan yang terus berlangsung.
Banjir datang berulang kali. Warga menyebut air kini lebih cepat meluap, membawa lumpur dan material yang akses menutup jalan serta mengancam organisasi. Sungai yang dulu menjadi sumber kehidupan perlahan berubah menjadi aliran keruh yang sulit lagi dipercaya sebagai sumber air bersih.
Di tengah kondisi itu, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) disebut masih berjalan. Mesin-mesin bekerja, tanah digali, dan alam terus kehilangan daya tahannya meskipun Kapolda Gorontalo pernah langsung terjun menertibkan bahkan Membuat Pernyataan Tegas untuk menertibkan Tambang Liar tanpa pandang bulu.
Yang membuat banyak warga tak habis pikir, lokasi aktivitas tersebut hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Mapolres Pohuwato. Jarak yang begitu dekat justru melahirkan pertanyaan besar di ruang publik: mengapa aktivitas ini belum benar-benar berhenti?
Di warung kopi, di teras rumah, hingga di percakapan warga, ancaman mulai tumbuh. Bukan sekadar soal tambang, tetapi tentang rasa keadilan yang dianggap mulai memudar.
“Alam rusak di depan mata, tapi aktivitas masih terus ada. Kami hanya bisa bertanya-tanya,” ujar seorang warga dengan nada lelah.
Beberapa narasumber juga mengaku sering melihat oknum aparat lalu lalang di sekitar lokasi. Namun hingga kini, tidak ada informasi resmi yang menjelaskan konteks keberadaan mereka. Situasi itu membuat spekulasi berkembang di tengah masyarakat — meski belum ada bukti hukum yang dapat memastikan adanya keterlibatan pihak tertentu.
Di sisi lain, dampaknya sudah nyata. Jalan rusak berat memperlambat aktivitas ekonomi warga. Anak-anak sekolah harus melewati jalur yang tidak lagi aman. Kesulitan Petani membawa hasil panen. Sementara air sungai yang tercemar mulai dikeluhkan karena mempengaruhi kebutuhan sehari-hari.
Pengamat lingkungan mengingatkan, kerusakan daerah aliran sungai akibat aktivitas penambangan ilegal dapat mempercepat bencana. Ketika penutupan lahan hilang, hujan air tak lagi terserap — banjir menjadi ancaman yang terus berulang, dan pemulihan alam membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Kini pertanyaan terbesar bukan lagi sekedar siapa yang salah, tapi sampai keadaan kapan ini dibiarkan?
Di tiga desa itu, warga mulai merasa seperti hidup di tengah krisis yang mungkin dianggap biasa. Alam rusak, banjir datang, jalan putus — sementara aktivitas yang disebut sebagai alasannya tidak pernah benar-benar berhenti.
Di tengah semua itu, satu pertanyaan terus bergema di kepala masyarakat:
apakah hukum benar-benar hadir di tempat yang paling membutuhkan?

Berita Terkait

Jangan Biarkan Amanah Pendiri KUD DHARMA TANI Menjadi Sejarah yang Dikhianati Pengurus!!! Harson Ali Bersuara untuk Penambang RAKYAT Gunung Pani.
OPM Soroti pernyataan Rahmat di konflik Pani, Hasan Lasiki “KUD Jangan jadi Kaki tangan Kolonialisme!,”
BAZNAS Pohuwato Apresiasi JNE Tunaikan Zakat Maal, Perusahaan Pengelola SDA Diimbau Ikut Berkontribusi
SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Berita Terkait

Thursday, 29 October 2026 - 03:24

Jangan Biarkan Amanah Pendiri KUD DHARMA TANI Menjadi Sejarah yang Dikhianati Pengurus!!! Harson Ali Bersuara untuk Penambang RAKYAT Gunung Pani.

Thursday, 29 October 2026 - 01:06

OPM Soroti pernyataan Rahmat di konflik Pani, Hasan Lasiki “KUD Jangan jadi Kaki tangan Kolonialisme!,”

Wednesday, 28 October 2026 - 11:32

BAZNAS Pohuwato Apresiasi JNE Tunaikan Zakat Maal, Perusahaan Pengelola SDA Diimbau Ikut Berkontribusi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Berita Terbaru