Kemarau 2026 Mengancam: BMKG Peringatkan Musim Lebih Panjang, El Niño Mengintai

Monday, 6 April 2026 - 03:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

F. illustration

F. illustration

Akulturasipost, –Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih panjang dan kering dari biasanya. Peringatan ini disampaikan seiring mulai masuknya sejumlah wilayah di Indonesia ke fase kemarau sejak akhir Maret.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa beberapa daerah yang telah lebih dulu mengalami kemarau meliputi sebagian Aceh, Sumatera Utara, Riau, hingga wilayah di Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua Barat. Secara keseluruhan, sekitar 7 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia tercatat sudah memasuki musim kering.

Ia menjelaskan, cakupan wilayah kemarau akan terus meluas dalam beberapa bulan ke depan. Puncak peralihan diperkirakan terjadi pada April hingga Juni 2026, ketika sebagian besar wilayah Indonesia mulai mengalami penurunan curah hujan secara signifikan.

BMKG juga menegaskan akan terus memantau dinamika iklim global dan regional, sekaligus memperbarui informasi kepada publik secara berkala. Masyarakat diminta aktif mengikuti informasi resmi agar dapat mengantisipasi dampak yang mungkin timbul.

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebutkan adanya potensi perkembangan fenomena El Niño pada paruh kedua tahun 2026. Hingga saat ini, kondisi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase netral.

Namun, hasil pemodelan iklim menunjukkan peluang pergeseran menuju fase El Niño tetap terbuka, yang dapat memperkuat kondisi kemarau. Meski intensitasnya belum dapat dipastikan, BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering dan berlangsung lebih lama dibandingkan rata-rata klimatologis.

Menghadapi situasi tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh kekeringan.

Berita Terkait

Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
Rachmat Gobel Dimakamkan di TMP Kalibata,Berikut alasannya
Prabowo Sentil Birokrasi, TNI, Polri dan Kejaksaan: “Bintangmu dari Rakyat”, Sinyal Keras Benahi Pelayanan Publik
141.288 Jam yang Lalu….
Rachmat Gobel Meninggal dunia: Indonesia Berduka, Gorontalo kehilangan salah satu putra Daerah terbaik dengan segudang jasa di Dunia Industri dan Politik
Diserang Karena Membela Rakyat, Sonni Samoe: “Saya Tidak Akan Menukar Hati Nurani dengan Kenyamanan”
Geger OSS PT GSM! Dokumen Terbaru Hanya Menampilkan Klinik dan Akomodasi
Beredar Kabar Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Belum Ada Konfirmasi Resmi
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 22 July 2026 - 14:04

Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan

Saturday, 11 July 2026 - 04:36

Rachmat Gobel Dimakamkan di TMP Kalibata,Berikut alasannya

Saturday, 11 July 2026 - 03:40

Prabowo Sentil Birokrasi, TNI, Polri dan Kejaksaan: “Bintangmu dari Rakyat”, Sinyal Keras Benahi Pelayanan Publik

Saturday, 11 July 2026 - 01:15

141.288 Jam yang Lalu….

Friday, 10 July 2026 - 05:25

Rachmat Gobel Meninggal dunia: Indonesia Berduka, Gorontalo kehilangan salah satu putra Daerah terbaik dengan segudang jasa di Dunia Industri dan Politik

Berita Terbaru