Antrean BBM di SPBU Paguat Disorot, Warga Duga Pengawasan Lemah Usai Motor Rusak Diduga Berulang Kali Isi BBM

Friday, 3 July 2026 - 08:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengawas SPBU Paguat saat di temui di ruangannya.Dok Akulturasipost/Arsady

Pengawas SPBU Paguat saat di temui di ruangannya.Dok Akulturasipost/Arsady

Akulturasipost,Pohuwato–Persoalan antrean panjang di SPBU Paguat kembali menuai sorotan. Sejumlah warga menduga lemahnya pengawasan menjadi salah satu faktor yang memicu panjangnya antrean, menyusul adanya kendaraan roda dua yang diduga berulang kali melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM).

Pantauan di lokasi memperlihatkan sebuah sepeda motor jenis Suzuki Thunder yang kondisinya diduga sudah tidak layak digunakan tampak keluar masuk area SPBU untuk melakukan pengisian BBM. Kondisi tersebut memunculkan dugaan di kalangan masyarakat bahwa kendaraan tersebut dijadikan sarana untuk memperoleh BBM secara berulang.

Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku fenomena serupa bukanlah hal baru. Menurutnya, praktik pengisian BBM menggunakan kendaraan pribadi yang diduga untuk diperjualbelikan kembali sudah lama terjadi dan dinilai turut memperparah antrean di SPBU tersebut.

“Sudah sering ada yang antre menggunakan kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil, diduga untuk dijual kembali. Itu yang membuat antrean semakin panjang. Tadi juga motor itu, kondisinya sudah rusak tetapi bolak-balik dijadikan wadah pengisian BBM,” ujar warga.

Warga lainnya mempertanyakan efektivitas sistem pengawasan di SPBU Paguat. Menurutnya, keberadaan kamera pengawas (CCTV) seharusnya dapat membantu mendeteksi apabila terdapat kendaraan yang berulang kali melakukan pengisian dalam waktu singkat.

“Setahu saya di SPBU ini ada CCTV. Jadi kalau memang ada kendaraan yang bolak-balik mengisi BBM, rasanya sulit kalau tidak diketahui petugas maupun pengawas. Masyarakat tentu berharap pengawasannya lebih maksimal,” Lanjutnya.

Hingga kini warga berharap pengelola melakukan evaluasi agar distribusi BBM bersubsidi maupun non-subsidi dapat berjalan lebih tertib dan adil bagi masyarakat.

Saat dikonfirmasi, pengawas SPBU Paguat, Aldin Pakaya, mengaku belum mengetahui informasi mengenai dugaan tersebut. Ia menegaskan bahwa petugas tetap melayani konsumen sesuai prosedur operasional yang berlaku.

“Terkait hal ini saya belum tahu. Yang jelas kami tetap melayani pengisian sesuai SOP. Kami juga tidak melayani pengisian menggunakan galon, kecuali yang memiliki rekomendasi dan bekerja sama dengan kami,” ujar Aldin.

Fenomena antrean panjang di SPBU Paguat sendiri telah lama menjadi keluhan masyarakat. Sejumlah warga berharap pihak pengelola meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pengisian BBM, termasuk memanfaatkan sistem CCTV dan pengawasan petugas di lapangan, sehingga distribusi BBM dapat berlangsung lebih tertib dan tidak menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan fasilitas pengisian.

(tim Redaksi) 

Berita Terkait

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026
Dua Saksi Dipanggil Polisi, Penyelidikan Dugaan Pengancaman Terhadap Wartawan Berlanjut
YR TIM Pohuwato Konsisten Gelar Jumat Berkah, Tebar Kepedulian Sosial dan Perkuat Semangat Berbagi
TMMD Ke-129 Resmi Bergerak, Kodim 1313/Pohuwato Kebut Pembangunan Jalan, RTLH hingga Sarana Air Bersih di Makarti Jaya
Tag :

Berita Terkait

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Friday, 24 July 2026 - 11:26

Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan

Wednesday, 22 July 2026 - 14:04

Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan

Monday, 20 July 2026 - 08:52

TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terbaru