Akulturasipost,Pohuwato–Persoalan antrean panjang di SPBU Paguat kembali menuai sorotan. Sejumlah warga menduga lemahnya pengawasan menjadi salah satu faktor yang memicu panjangnya antrean, menyusul adanya kendaraan roda dua yang diduga berulang kali melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM).
Pantauan di lokasi memperlihatkan sebuah sepeda motor jenis Suzuki Thunder yang kondisinya diduga sudah tidak layak digunakan tampak keluar masuk area SPBU untuk melakukan pengisian BBM. Kondisi tersebut memunculkan dugaan di kalangan masyarakat bahwa kendaraan tersebut dijadikan sarana untuk memperoleh BBM secara berulang.
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku fenomena serupa bukanlah hal baru. Menurutnya, praktik pengisian BBM menggunakan kendaraan pribadi yang diduga untuk diperjualbelikan kembali sudah lama terjadi dan dinilai turut memperparah antrean di SPBU tersebut.
“Sudah sering ada yang antre menggunakan kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil, diduga untuk dijual kembali. Itu yang membuat antrean semakin panjang. Tadi juga motor itu, kondisinya sudah rusak tetapi bolak-balik dijadikan wadah pengisian BBM,” ujar warga.
Warga lainnya mempertanyakan efektivitas sistem pengawasan di SPBU Paguat. Menurutnya, keberadaan kamera pengawas (CCTV) seharusnya dapat membantu mendeteksi apabila terdapat kendaraan yang berulang kali melakukan pengisian dalam waktu singkat.
“Setahu saya di SPBU ini ada CCTV. Jadi kalau memang ada kendaraan yang bolak-balik mengisi BBM, rasanya sulit kalau tidak diketahui petugas maupun pengawas. Masyarakat tentu berharap pengawasannya lebih maksimal,” Lanjutnya.
Hingga kini warga berharap pengelola melakukan evaluasi agar distribusi BBM bersubsidi maupun non-subsidi dapat berjalan lebih tertib dan adil bagi masyarakat.
Saat dikonfirmasi, pengawas SPBU Paguat, Aldin Pakaya, mengaku belum mengetahui informasi mengenai dugaan tersebut. Ia menegaskan bahwa petugas tetap melayani konsumen sesuai prosedur operasional yang berlaku.
“Terkait hal ini saya belum tahu. Yang jelas kami tetap melayani pengisian sesuai SOP. Kami juga tidak melayani pengisian menggunakan galon, kecuali yang memiliki rekomendasi dan bekerja sama dengan kami,” ujar Aldin.
Fenomena antrean panjang di SPBU Paguat sendiri telah lama menjadi keluhan masyarakat. Sejumlah warga berharap pihak pengelola meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pengisian BBM, termasuk memanfaatkan sistem CCTV dan pengawasan petugas di lapangan, sehingga distribusi BBM dapat berlangsung lebih tertib dan tidak menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan fasilitas pengisian.
(tim Redaksi)






