Akulturasipost, POHUWATO – Dugaan kecelakaan kerja yang disebut-sebut mengakibatkan seorang operator excavator meninggal dunia di kawasan operasional Pani Gold Mine menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada 28 Juni 2026, setelah sebuah video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik beredar luas di media sosial dan aplikasi percakapan.
Dalam rekaman video tersebut, terlihat suasana panik di lokasi kejadian. Sejumlah warga yang berada di sekitar area tambang tampak histeris saat menyaksikan operator alat berat diduga tertimbun material longsor.
Terdengar suara warga berteriak menggunakan dialek daerah, “Mayilate wito, so mati, so mati,” yang menggambarkan kepanikan di lokasi. Informasi yang beredar juga menyebutkan warga sempat berupaya mendekati lokasi, namun diduga dicegah oleh aparat keamanan yang berada di sekitar area kejadian.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi pemerintah yang membenarkan adanya korban meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pohuwato, Salma Huda, mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan kecelakaan kerja yang menyebabkan pekerja meninggal dunia.
“Belum tembus di kami informasinya. Coba ditelusuri ke BPJS karena biasanya perusahaan itu kalau ada kecelakaan pasti klaim ke BPJS,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Di sisi lain, pihak Pani Gold Mine melalui bagian Humas, Kurniawan, membenarkan adanya insiden kecelakaan kerja. Namun, ia membantah informasi yang menyebut terjadi korban meninggal dunia.
“Tidak ada fatality. Memang sempat ada kejadian kecelakaan, operatornya luka-luka. Nanti akan disampaikan lebih lengkap,” tulis Kurniawan melalui pesan WhatsApp.
Adanya perbedaan informasi antara video yang beredar dengan keterangan resmi perusahaan memunculkan pertanyaan publik mengenai kronologi sebenarnya dari insiden tersebut. Hingga kini belum diperoleh penjelasan rinci mengenai penyebab kecelakaan, kondisi terkini operator excavator, maupun hasil investigasi internal perusahaan.
Media ini masih berupaya menghimpun informasi dari berbagai pihak, termasuk instansi terkait dan pihak berwenang, guna memastikan fakta di balik dugaan kecelakaan kerja tersebut.(Tim Redaksi)






