Jaga Masa Depan Anak Daerah! Pemuda Kecam Keras Perusakan Kantor Dinas Pendidikan Malra

Friday, 17 July 2026 - 04:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost,Kab. Maluku Tenggara – Merusak Dinas Pendidikan sama saja menghancurkan masa depan anak-anak kita. Kalimat ini menjadi penegasan tegas dari jajaran OKP Cipayung Plus dan organisasi kepemudaan se-Kabupaten Maluku Tenggara, merespons aksi perusakan yang terjadi di kantor Dinas Pendidikan setempat.

Bersatu dalam satu suara, mereka mengecam keras segala bentuk tindakan kriminal dan intimidasi yang terjadi di lingkungan instansi pelayanan publik tersebut. Tak hanya mengutuk, para pemuda juga mendesak Kepolisian Resor Maluku Tenggara bertindak cepat, menangkap pelaku, dan mengungkap siapa dalang di balik kejadian itu tanpa pandang bulu.

Keamanan seluruh pegawai Dinas Pendidikan juga menjadi perhatian utama agar roda pelayanan pendidikan tidak terganggu. Pihak pemuda berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini. Jika hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya, mereka berjanji akan melakukan gerakan massa secara damai untuk menegakkan keadilan di Bumi Larvul Ngabal.

Dalam pernyataan sikap bersama pada Rabu ,15/07/2026, elemen pemuda yang tergabung dalam Cipayung Plus meliputi HMI, GMNI, IMM, KAMMI, BKPRMI, Ansor, dan Pemuda Muhammadiyah menegaskan tidak ada alasan yang bisa membenarkan perusakan aset negara. Tindakan anarkis tersebut dinilai mencederai semangat membangun pendidikan demi kemajuan daerah.

Fasilitas Dinas Pendidikan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat perumusan kebijakan yang menyangkut nasib ribuan siswa, guru, dan dunia pendidikan di Maluku Tenggara. Merusak tempat ini dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap upaya mencerdaskan generasi penerus.

Forum bersama pemuda juga menyampaikan empat poin sikap tegas: mengecam segala bentuk perusakan dan intimidasi;

meminta polisi memproses pelaku beserta dalang sesuai undang-undang;

memastikan keamanan ASN dan pegawai agar pelayanan tetap berjalan;

serta mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Mereka meminta pemerintah daerah dan aparat berwenang tidak menyepelekan peristiwa ini.

Penanganan yang tegas dan transparan sangat diperlukan agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara tetap terjaga dengan baik.

Pihak Cipayung Plus menegaskan komitmen mengawal kasus ini sampai tuntas. Apabila dalam waktu yang diharapkan belum ada kemajuan signifikan, konsolidasi massa akan dilakukan untuk menggelar aksi damai sebagai bentuk desakan penegakan hukum yang adil.

Seluruh elemen pemuda berharap peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Semoga Bumi Larvul Ngabal tetap terjaga kondusif, terhindar dari anarkisme, dan pelayanan pendidikan segera kembali normal demi masa depan yang lebih baik. (Erick)

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026
Dua Saksi Dipanggil Polisi, Penyelidikan Dugaan Pengancaman Terhadap Wartawan Berlanjut
YR TIM Pohuwato Konsisten Gelar Jumat Berkah, Tebar Kepedulian Sosial dan Perkuat Semangat Berbagi
TMMD Ke-129 Resmi Bergerak, Kodim 1313/Pohuwato Kebut Pembangunan Jalan, RTLH hingga Sarana Air Bersih di Makarti Jaya

Berita Terkait

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Friday, 24 July 2026 - 11:26

Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan

Wednesday, 22 July 2026 - 14:04

Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan

Monday, 20 July 2026 - 08:52

TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terbaru