Akulturasipost,Kab. Maluku Tenggara – Merusak Dinas Pendidikan sama saja menghancurkan masa depan anak-anak kita. Kalimat ini menjadi penegasan tegas dari jajaran OKP Cipayung Plus dan organisasi kepemudaan se-Kabupaten Maluku Tenggara, merespons aksi perusakan yang terjadi di kantor Dinas Pendidikan setempat.
Bersatu dalam satu suara, mereka mengecam keras segala bentuk tindakan kriminal dan intimidasi yang terjadi di lingkungan instansi pelayanan publik tersebut. Tak hanya mengutuk, para pemuda juga mendesak Kepolisian Resor Maluku Tenggara bertindak cepat, menangkap pelaku, dan mengungkap siapa dalang di balik kejadian itu tanpa pandang bulu.
Keamanan seluruh pegawai Dinas Pendidikan juga menjadi perhatian utama agar roda pelayanan pendidikan tidak terganggu. Pihak pemuda berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini. Jika hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya, mereka berjanji akan melakukan gerakan massa secara damai untuk menegakkan keadilan di Bumi Larvul Ngabal.
Dalam pernyataan sikap bersama pada Rabu ,15/07/2026, elemen pemuda yang tergabung dalam Cipayung Plus meliputi HMI, GMNI, IMM, KAMMI, BKPRMI, Ansor, dan Pemuda Muhammadiyah menegaskan tidak ada alasan yang bisa membenarkan perusakan aset negara. Tindakan anarkis tersebut dinilai mencederai semangat membangun pendidikan demi kemajuan daerah.
Fasilitas Dinas Pendidikan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat perumusan kebijakan yang menyangkut nasib ribuan siswa, guru, dan dunia pendidikan di Maluku Tenggara. Merusak tempat ini dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap upaya mencerdaskan generasi penerus.
Forum bersama pemuda juga menyampaikan empat poin sikap tegas: mengecam segala bentuk perusakan dan intimidasi;
meminta polisi memproses pelaku beserta dalang sesuai undang-undang;
memastikan keamanan ASN dan pegawai agar pelayanan tetap berjalan;
serta mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi.
Mereka meminta pemerintah daerah dan aparat berwenang tidak menyepelekan peristiwa ini.
Penanganan yang tegas dan transparan sangat diperlukan agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara tetap terjaga dengan baik.
Pihak Cipayung Plus menegaskan komitmen mengawal kasus ini sampai tuntas. Apabila dalam waktu yang diharapkan belum ada kemajuan signifikan, konsolidasi massa akan dilakukan untuk menggelar aksi damai sebagai bentuk desakan penegakan hukum yang adil.
Seluruh elemen pemuda berharap peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Semoga Bumi Larvul Ngabal tetap terjaga kondusif, terhindar dari anarkisme, dan pelayanan pendidikan segera kembali normal demi masa depan yang lebih baik. (Erick)
(Tim Redaksi)






