TRAGEDI MAUT DI PETI POHUWATO! Lima Nyawa Melayang, Sejumlah Korban Diduga Masih Terkubur

Thursday, 13 August 2026 - 02:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost, POHUWATO — Tragedi kembali mengguncang kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato. Informasi sementara yang tersebar dari lokasi menyebut lima orang meninggal dunia dan satu orang berhasil selamat setelah longsor terjadi di area pertambangan. (Rabu 12/8/2026)

Tonton juga disaluran TV Akulturasi Channel detik” Terjadinya longsor

 

Yang lebih tersirat, sejumlah korban lainnya diduga masih tertimbun material longsor. Proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung, sementara jumlah korban secara keseluruhan belum dapat dipastikan.

Seorang saksi mata di sekitar lokasi yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebutkan, titik kejadian diduga berada di antara batas lokasi Firman Pakaya dan Adil Datukramat. Saksi juga menyebut lokasi tersebut berkaitan dengan aktivitas usaha pertambangan di wilayah Buntulia.

Namun informasi mengenai lokasi, jumlah korban, maupun pihak yang terkait dengan aktivitas pertambangan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta resmi dan masih menunggu verifikasi dari aparat penegak hukum.

Kabar tersebut sontak menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan yang terjadi di tengah aktivitas PETI di Pohuwato. Aktivitas penambangan di kawasan dengan medan rawan longsor kembali membahayakan keselamatan para pekerja, sementara keluarga korban kini menunggu kepastian nasib orang-orang yang belum ditemukan.

Situasi di lapangan masih berkembang. Upaya pencarian terhadap korban yang diduga tertimbun menjadi prioritas, sekaligus memastikan jumlah korban yang sebenarnya dalam tragedi tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai jumlah korban, identitas korban, titik pasti kejadian, maupun kronologi lengkap peristiwa. Konfirmasi resmi kepolisian masih menunggu untuk memastikan seluruh informasi yang beredar di masyarakat.

Tragedi ini kembali menyisakan pertanyaan besar: sampai kapan aktivitas PETI di Pohuwato terus memakan korban jiwa? Bagi keluarga korban, emas tidak pernah sebanding dengan nyawa yang hilang.

Kini publik menunggu satu hal: kepastian. Siapa korban, berapa jumlahnya, apa penyebab longsor, dan siapa yang harus bertanggung jawab?. (Tim Redaksi) 

Berita Terkait

Ketika Pendukung berbalik Bertanya: Ke Mana Pemerintah Saat Rakyat Kehilangan Nafkah?
Turnamen Bupati Cup dan UMKM Jadi Satu Panggung, PDPM Maluku Tenggara Apresiasi Inovasi Pemda
Jumat Berkah YR TIM di Lapas Pohuwato, Kepedulian untuk warga lapas yang Sedang Menjalani Pembinaan
HUT TNI ke-81,Babinsa Koramil 02/Marisa serta Pemkab Pohuwato Tanam Mangrove di Desa Palopo
HEBOH! BANGUNAN MUNCUL DI BAWAH JEMBATAN MANUNGGAL KARYA — SIAPA YANG MEMBANGUN?
Putusan PN Limboto dan Dua Putusan MA Jadi Pijakan, Salahudin Pakaya, SH.MH Klaim Kubu Zuriaty Sah
HUT ke-8 Korem 133/Nani Wartabone: Menjaga Api Perjuangan Sang Pahlawan Gorontalo
“Masih Banyak Warga Pohuwato Belum Punya SIM, Polisi Buka Jalan: Bhabinkamtibmas Siap Bantu!”

Berita Terkait

Sunday, 13 September 2026 - 13:29

Ketika Pendukung berbalik Bertanya: Ke Mana Pemerintah Saat Rakyat Kehilangan Nafkah?

Friday, 11 September 2026 - 11:09

Turnamen Bupati Cup dan UMKM Jadi Satu Panggung, PDPM Maluku Tenggara Apresiasi Inovasi Pemda

Friday, 11 September 2026 - 10:18

Jumat Berkah YR TIM di Lapas Pohuwato, Kepedulian untuk warga lapas yang Sedang Menjalani Pembinaan

Friday, 11 September 2026 - 06:11

HUT TNI ke-81,Babinsa Koramil 02/Marisa serta Pemkab Pohuwato Tanam Mangrove di Desa Palopo

Friday, 11 September 2026 - 00:42

HEBOH! BANGUNAN MUNCUL DI BAWAH JEMBATAN MANUNGGAL KARYA — SIAPA YANG MEMBANGUN?

Berita Terbaru