Akulturasipost,Gorontalo—Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Gorontalo 2026 resmi ditutup pada Sabtu, 23 Agustus 2026. Tiga hari persaingan di atas papan catur tersebut menjadi bagian dari agenda pembinaan sekaligus tahapan seleksi atlet menuju kompetisi tingkat nasional.
Sebanyak 62 pecatur ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka terdiri atas 40 atlet senior dan 22 atlet junior yang berasal dari kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.
Penutupan Kejurprov dilakukan Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Gorontalo, Beni Nento. Ia memberikan apresiasi kepada para atlet, panitia, wasit, pelatih, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan kejuaraan.
Bagi Percasi Gorontalo, Kejurprov tidak semata-mata menjadi ajang perebutan gelar juara. Kompetisi ini juga menjadi instrumen untuk memetakan kemampuan atlet sekaligus memperkuat sistem pembinaan catur di daerah.
Ketua Percasi Gorontalo, Beni Nento, menegaskan pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar potensi pecatur daerah dapat berkembang dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Sementara itu, Sekretaris Percasi Provinsi Gorontalo, Misran Yusuf, menyebut Kejurprov 2026 menjadi salah satu dasar seleksi atlet yang akan dipersiapkan memperkuat kontingen Gorontalo pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur.
Hasil seleksi tersebut akan mengerucut pada enam pecatur terbaik yang diproyeksikan membawa nama Gorontalo pada Kejurnas Catur di Banten, yang dijadwalkan berlangsung 2 hingga 7 Oktober 2026.
Enam atlet terpilih masih memiliki waktu untuk melakukan persiapan. Peningkatan teknik permainan, pematangan strategi, kebugaran, serta penguatan mental bertanding menjadi aspek yang harus diperhatikan sebelum menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Beni Nento berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa pulang prestasi bagi Gorontalo.
“Ini merupakan kesempatan bagi atlet-atlet terbaik Gorontalo untuk mengukir prestasi di tingkat nasional. Kami berharap para atlet yang terpilih terus berlatih dan mempersiapkan diri dengan baik sehingga mampu memberikan hasil terbaik bagi Provinsi Gorontalo,” ujarnya.
Selain menghasilkan atlet untuk kompetisi nasional, kehadiran 22 pecatur junior menjadi sinyal penting bagi keberlangsungan regenerasi olahraga catur di Gorontalo. Keikutsertaan atlet muda memberi ruang bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan belajar dari persaingan dengan pecatur yang lebih senior.
Dengan demikian, berakhirnya Kejurprov Catur Gorontalo 2026 bukan menjadi titik akhir. Justru, kejuaraan ini menjadi awal bagi para atlet terpilih untuk menatap persaingan yang lebih besar.
Dari papan catur tingkat provinsi, enam pecatur terbaik kini dipersiapkan membawa harapan Gorontalo ke panggung nasional dalam Kejurnas Catur di Banten.
(Tim Redaksi)






