Akulturasipost,POHUWATO — Kisruh terkait isu dugaan keterlibatan anggota Polsek Lemito dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Tomula mulai mendapat titik terang.
Salah satu pihak yang sebelumnya disebut-sebut memiliki komunikasi dengan pelaku usaha PETI Tomula akhirnya memberikan klarifikasi. FK menegaskan dirinya tidak terlibat langsung dalam proses transaksi maupun peminjaman alat berat yang disebut akan digunakan di lokasi pertambangan.
FK menjelaskan, komunikasi yang terjadi bermula ketika seorang pelaku usaha bernama Ranti menghubunginya untuk meminta bantuan mempertemukannya dengan Imam,yang diketahui merupakan pemilik atau pihak yang memiliki akses terhadap alat berat.
Menurut FK, dirinya membantu mempertemukan keduanya semata-mata karena hubungan pertemanan dan kedekatan sebagai sesama warga, bukan karena kapasitasnya sebagai anggota kepolisian.
“Sejujurnya saya ini bukan kapasitas sebagai anggota saat dihubungi saat itu. Hanya si Ranti ini tahu bahwa saya dan pemilik alat ini berdekatan kampung dan kenal dengan Imam ini, makanya dia minta tolong untuk saya pertemukan dengan dia,” jelas FK.
FK juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti tujuan akhir penggunaan alat berat tersebut. Saat komunikasi berlangsung, informasi yang diketahuinya adalah alat berat tersebut akan digunakan untuk mengambil atau menjemput barang di Marisa.
“Saya taunya alat ini bukan untuk PETI, hanya dikontrak untuk ngambil barang di Marisa.Saya juga sebagai tetangga cuma nolongin menghubungkan si Ranti ke pemilik alat, si Imam ini,” ungkapnya.
Mengenai proses transaksi maupun kesepakatan antara Ranti dan Imam, FK mengaku tidak mengetahui detailnya. Ia menyebut setelah mempertemukan kedua pihak, komunikasi terkait harga, kontrak, hingga penggunaan alat berat sepenuhnya menjadi urusan mereka.
“Transaksionalnya bagaimana saya tidak tahu, karena itu sudah mereka berdua langsung yang berhubungan,” tegas FK.
FK kembali menekankan bahwa komunikasi yang dilakukannya dengan Ranti tidak dilakukan dalam kapasitas sebagai anggota kepolisian. Ia mengaku hanya menjalankan peran sebagai orang yang mengenal pemilik alat berat dan membantu mempertemukan kedua pihak.
Klarifikasi tersebut sekaligus menjadi penjelasan FK terhadap isu yang berkembang mengenai dugaan keterlibatan anggota Polsek Lemito dalam aktivitas PETI Tomula.
Meski demikian, keterangan FK merupakan klarifikasi dari pihak yang bersangkutan. Untuk memastikan secara menyeluruh bagaimana proses peminjaman alat berat tersebut, termasuk tujuan penggunaannya, pihak-pihak terkait masih perlu memberikan penjelasan dan data pendukung.
Dengan adanya klarifikasi ini, publik diharapkan dapat melihat persoalan secara lebih utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta serta keterangan dari pihak-pihak terkait diperoleh.(Tim Redaksi)






