Menguak Oknum Polisi dan Keterlibatan Pihak lain dibalik Aktivitas Ilegal di CA Tanjung panjang Pohuwato

Monday, 4 May 2026 - 10:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost, Pohuwato—Penangkapan Alat berat excavator jenis Hitachi yang beraktivitas di Cagar Alam Mangrove Tanjung panjang oleh LANAL Gorontalo di Desa Siduwonge Kecamatan Randangan,Pohuwato pada April lalu kini menjadi Sorotan publik.(04/05/2026)

Di sebut-sebut pemilik alat berat ini merupakan oknum kepolisian Inisial AS.Menurut informasi yang di himpun,rekam jejak keanggotaan sang Pemilik Alat , AS pernah menjadi anggota di Polres Pohuwato yang kemudian pindah ke Polda Gorontalo yang kini bertugas di Makassar.

“Iya memang benar , disinyalir alat itu milik oknum Polisi namun dia sudah tidak bertugas di Pohuwato lagi, hanya memang ia pernah ditugaskan di sini sebelumnya,Selanjutnya pindah di Polda Gorontalo dan katanya sekarang sudah di Makassar, tapi jelasnya ia ditugaskan di Polda atau Polres itu tidak diketahui secara pasti”, Ucap narasumber yang tidak ingin di sebutkan identitasnya. 

Pernyataan ini malah justru menambah Rapor merah penegakan Hukum dibadan instansi kepolisian itu sendiri di tengah Atensi Kepolisian RI dalam pemberantasan Pertambangan Ilegal di Indonesia

Menurut sumber dari lapangan, aktivitas ilegal ini pun di ketahui oleh Serikat Petani Tambak yang di Ketuai oleh Irfan. Di konfirmasi melalui Via telpon Whatsapp irfan mengakui bahwa memang adanya aktivitas pertambakan di lokasi Cagar Alam ini di ketahui olehnya. 

” Iya memang benar, aktivitas Tambak di lokasi Itu ada dan sudah dikerjakan bahkan jauh sebelum Tambak Siduwonge di Tetapkan sebagai Wilayah Cagar alam di 2006″ungkapnya.

Ia pula membantah isu bahwa lahan Tambak itu sedang di buka pada saat penangkapan berlangsung

“Saat kejadian penangkapan alat itu bukan sedang membuka lahan karena memang sudah di larang membuka lahan baru di daerah CA, itu mereka sedang memperbaiki pematang Tambak” Tandasnya. 

Terkait siapa pemilik alat dan pelaku usaha Tambak di lingkungan tersebut ia mengatakan tidak memiliki informasi lebih dalam hanya saja ia membenarkan bahwa alat ini berasal dari Makasar. 

Apakah memang tidak terpantau atau bahkan mungkin malah ikut Terlibat di dalamnya ?, akan kembali di kupas tuntas satu persatu. (Tim Redaksi)

Berita Terkait

Arab Saudi Tutup Umrah untuk Jamaah Asing Mulai 18 April 2026, Ini Alasannya
Mulai April 2026, ASN WFH Setiap Jumat—Ini Alasan Pemerintah
Rapat Komisi III Memanas, Hinca Pandjaitan Desak Copot Jaksa Karo di Kasus Amsal Sitepu
Operasi SAR Tuntas, 21 Korban Kapal Nazila 05 Ditemukan Selamat di Perairan Taliabu
Gempa Dahsyat M 7,6 Guncang Manado, Picu Kepanikan dan Telan Korban Jiwa
Yusuf Mbuinga Bongkar “Aroma Busuk” Penegakan Hukum di Pohuwato
Sosialisasi Regulasi BCKSPSTK di Malra Dorong Sinergi Pemprov, Pemkab, dan DPRD untuk Peningkatan Mutu Pendidikan
Krisis Energi Global Mengguncang Bangladesh, PNS Diperintahkan Hemat Listrik hingga Batasi Penggunaan AC
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 4 May 2026 - 10:24

Menguak Oknum Polisi dan Keterlibatan Pihak lain dibalik Aktivitas Ilegal di CA Tanjung panjang Pohuwato

Saturday, 4 April 2026 - 07:23

Arab Saudi Tutup Umrah untuk Jamaah Asing Mulai 18 April 2026, Ini Alasannya

Friday, 3 April 2026 - 14:07

Mulai April 2026, ASN WFH Setiap Jumat—Ini Alasan Pemerintah

Friday, 3 April 2026 - 05:58

Rapat Komisi III Memanas, Hinca Pandjaitan Desak Copot Jaksa Karo di Kasus Amsal Sitepu

Thursday, 2 April 2026 - 14:28

Operasi SAR Tuntas, 21 Korban Kapal Nazila 05 Ditemukan Selamat di Perairan Taliabu

Berita Terbaru