Kembali mengintimidasi, Perusahaan angkut motor penambang hingga perintahkan mencari tahu pelapor di jakarta

Thursday, 6 August 2026 - 11:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdebatan antara masyarakat penambang Tradisional bersama Kades Sukamakmur Pihak Perusahaan Sukrianto Puluhulawa. Dok istimewa

Perdebatan antara masyarakat penambang Tradisional bersama Kades Sukamakmur Pihak Perusahaan Sukrianto Puluhulawa. Dok istimewa

Akulturasipost ,Pohuwato–Dugaan tindakan intimidasi terhadap penambang tradisional kembali mencuat di wilayah PT. GSM. Tiga warga mengaku sepeda motor mereka ditahan setelah di tuduh oleh Asset Protection Advisor PT. PETS, Sukrianto Puluhulawa, saat para penambang tradisional diduga mengambil batu di aliran Sungai Alamotu, Dusun Hele, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Kamis (6/8/2026).

Tonton Video Lengkapnya…

Meskipun diketahui, lokasi Alamotu yang menjadi konflik merupakan wilayah Konsesi PT. GSM yang hingga kini OSS RBA nya belum terbit dan pengembalian tapi Asih pun belum tuntas, 

Ketiga warga tersebut masing-masing berinisial MM (22), warga Desa Popayato, II (24), warga Kota Gorontalo, dan HB (31), warga Mootilango, Kecamatan Duhiadaa ini di intimidasi. Mereka mengatakan sepeda motor Honda Revo dan Honda Supra milik mereka diangkut dan diamankan di Polsubsektor Dusun Hele setelah pihak perusahaan menuduh mereka melakukan pencurian batu.

HB mengaku dirinya bersama dua rekannya sempat diteriaki dengan sebutan pencuri oleh pihak perusahaan sebelum kendaraan mereka dibawa ke Polsubsektor.

“Kami diteriaki pencuri dan motor-motor kami diangkut ke Polsubsektor. Padahal sebelumnya pengawas perusahaan yang kami temui mengatakan kami dipersilakan beraktivitas, hanya diminta menunggu sampai jam istirahat,” ujar HB kepada media.

Tak hanya itu, saya juga mengungkapkan adanya dugaan tekanan agar mereka menandatangani surat pernyataan yang berisi 11 poin. Setelah dokumen tersebut ditandatangani, mereka mengaku diminta mencari tahu siapa pihak yang melaporkan masalah perusahaan hingga menjadi perhatian di tingkat pusat.

“Kami terpaksa membuat pernyataan sebanyak 11 poin dan menandatanganinya. Setelah itu kami malah ditantang mencari siapa yang melaporkan mereka sampai ke tingkat pusat pusat di Jakarta. Kami hanya penambang tradisional, mana yang tahu soal laporan itu,” kata II.

Menurut pengakuan II, pihak perusahaan bahkan disebut menyampaikan bahwa sepeda motor yang ditahan tidak akan dikembalikan jika mereka tidak dapat memberikan informasi mengenai pihak yang dimaksud.

“Meskipun kami sudah mengaku tidak mengetahui laporan yang mereka maksud, mereka tetap meminta kami mencari tahu. Jika tidak, motor kami tidak akan dikembalikan,” tambahnya.

Kepala Desa Sukamakmur,Kecamatan Patilanggio Badrun Yonu sempat berinisiatif memediasi permasalahan ini namun malah mendapat perlakuan Arogan dari sang Asset Protection Advisor PT. Hewan peliharaan ini. 

“Saya ini datang untuk memediasi masalah ini, tapi bapak ini arogan sekali, bisanya hanya menindas rakyat kecil saja,” Ungkap Badrun

 

Peristiwa ini menambah dugaan permasalahan yang melibatkan hubungan antara perusahaan dan penambang tradisional di kawasan tersebut. Apabila terbukti benar, dugaan tersingkir dari kendaraan, tekanan untuk menandatangani surat pernyataan, hingga permintaan mencari pihak pelapor di jakarta terkait perizinan Perusahaan yang masih simpang siur ini dapat menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur penyelesaian di lapangan serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Perushaan belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan yang disampaikan ketiga warga tersebut.

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

Bin Raudha Beri Uang Pembinaan, 9 Juara OSN-O2SN SMP Malra Siap ke Tingkat Nasional
Yang Tersisa Hanya Jejak….
Talang Berulang Kali Dibongkar, Penambang tradisional pohuwato,Sungai Kaya, nanasi Kembali Mengadu ke Bupati
Oknum Staf KPK Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang, Diduga Bocorkan Informasi Rahasia Lewat Sang Ayah
Keluhkan pelarangan hingga penggusuran Talang-talang di sungai kaya dan sekitarnya, begini tanggapan Gubernur Gorontalo
Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Berita Terkait

Thursday, 6 August 2026 - 11:30

Kembali mengintimidasi, Perusahaan angkut motor penambang hingga perintahkan mencari tahu pelapor di jakarta

Wednesday, 5 August 2026 - 05:40

Bin Raudha Beri Uang Pembinaan, 9 Juara OSN-O2SN SMP Malra Siap ke Tingkat Nasional

Tuesday, 4 August 2026 - 23:41

Yang Tersisa Hanya Jejak….

Monday, 3 August 2026 - 19:03

Talang Berulang Kali Dibongkar, Penambang tradisional pohuwato,Sungai Kaya, nanasi Kembali Mengadu ke Bupati

Saturday, 1 August 2026 - 20:06

Keluhkan pelarangan hingga penggusuran Talang-talang di sungai kaya dan sekitarnya, begini tanggapan Gubernur Gorontalo

Berita Terbaru

Daerah

Yang Tersisa Hanya Jejak….

Tuesday, 4 Aug 2026 - 23:41