Peringati Hari Buruh Internasional, LMID Bersama Sejumlah Organisasi Mahasiswa Gelar Aksi di Perlimaan Telaga

Friday, 1 May 2026 - 17:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber : Istimewa LMID

Sumber : Istimewa LMID

Akulturasipost, Gorontalo — Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei, Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) Gorontalo bersama sejumlah organisasi mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Perlimaan Telaga, Gorontalo, Kamis (1/5).

Aksi yang diikuti sekitar 30 massa ini menjadi bentuk solidaritas terhadap perjuangan kaum buruh dan rakyat pekerja, sekaligus momentum menyuarakan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dinilai masih jauh dari prinsip keadilan sosial.

Koordinator lapangan aksi, Khalifah Ridho, menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang perjuangan untuk memperkuat solidaritas dan mendesak negara agar lebih berpihak kepada buruh.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan enam tuntutan utama. Pertama, mendesak pemerintah mencabut Omnibus Law Cipta Kerja dan mendorong pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang dinilai lebih berpihak kepada buruh. Menurut mereka, regulasi yang berlaku saat ini lebih menguntungkan pemilik modal dibanding pekerja.

Tuntutan berikutnya adalah penghapusan sistem kerja kontrak, outsourcing, dan kemitraan yang dinilai memperburuk kepastian kerja serta menghilangkan jaminan masa depan buruh.

Selain itu, massa aksi juga menyoroti maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang berdampak langsung terhadap kehidupan buruh dan keluarganya. Mereka mendesak pemerintah untuk memberikan jaminan kepastian kerja bagi seluruh pekerja.
Persoalan upah turut menjadi fokus utama. Massa menuntut penerapan sistem upah layak nasional yang disesuaikan dengan kebutuhan hidup layak agar buruh dapat hidup lebih sejahtera.

Tidak hanya itu, LMID juga menyerukan penghentian kriminalisasi dan tindakan represif terhadap gerakan buruh serta rakyat yang memperjuangkan hak-haknya.
Di bidang sosial, massa aksi menuntut pendidikan dan layanan kesehatan gratis yang berkualitas bagi seluruh rakyat, sekaligus mendesak peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

Melalui aksi ini, LMID menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perjuangan hak-hak buruh serta mendorong terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat pekerja di Indonesia.

Berita Terkait

Wujudkan SDM Unggul, Polres Malra Launching Program “Polisi Mengajar”
Perempuan di Garda Depan: Makna Hari Kebebasan Pers bagi Jurnalis Perempuan
PENAS XVII Gorontalo Disorot: Infrastruktur Dipoles Demi Pencitraan, Derita Petani dan Nelayan Terabaikan
Diduga SPX Main prosedur ‘seenaknya’, Konsumen SPX ; “saya tidak pernah Me reschedule pengantaran, kok seenaknya begitu!
Hari Otonomi Daerah 2026 di Pohuwato: Bupati Saipul Mbuinga Tegaskan Peran Desentralisasi Sejak Era Kolonial hingga Reformasi
Bukan Hanya Aman Fisik, Sekolah Harus Nyaman Secara Mental dan Budaya
Kasus Pembunuhan Nus Kei Masuk Tahap Krusial, SPDP Resmi Diserahkan ke Kejaksaan
Di Tengah Gejolak Global, Indonesia Tetap Diburu Investor
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 4 May 2026 - 10:19

Wujudkan SDM Unggul, Polres Malra Launching Program “Polisi Mengajar”

Sunday, 3 May 2026 - 06:22

Perempuan di Garda Depan: Makna Hari Kebebasan Pers bagi Jurnalis Perempuan

Saturday, 2 May 2026 - 13:26

PENAS XVII Gorontalo Disorot: Infrastruktur Dipoles Demi Pencitraan, Derita Petani dan Nelayan Terabaikan

Saturday, 2 May 2026 - 09:44

Diduga SPX Main prosedur ‘seenaknya’, Konsumen SPX ; “saya tidak pernah Me reschedule pengantaran, kok seenaknya begitu!

Friday, 1 May 2026 - 17:53

Peringati Hari Buruh Internasional, LMID Bersama Sejumlah Organisasi Mahasiswa Gelar Aksi di Perlimaan Telaga

Berita Terbaru